ANALISIS FEMINISME
Saat ini banyak tokoh perempuan yang mengkampanyekan tentang gerakan feminisme. Namun tidak sedikit pula yang menentang gerakan feminsme itu. Salah satu tokoh gerakan feminism yaitu “Nomi Wolf “, dia adalah tokoh gerakan feminisme liberal yang berkembang pesat di Amerika.
Apa yang di maksud dengan feminisme? Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Istilah feminism ini mulai digunakan pada tahun 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan. Gerakan ini muncul karena adanya keprihatinan terhadap kaum perempuan yang dianggap lemah. Paradigma yang berkembang di tengah masyarakat bahwa kaum perempuan itu adalah kaum yang lemah, dan mudah sekali untuk ditindas, sehingga banyak anggapan bahwa peran perempuan hanya dibatasi dalam lingkup rumah tangga saja. Mereka tidak di bolehkan ikut campur urusan laki-laki. Selanjutnya terjadi perbedaan peran masing-masing, yaitu : privat dan public. Peran pivat selalu identik dengan perempuan, kenapa? Karena budaya yang sudah terlanjur melekat di masyarakat adalah perempuan itu bekerja hanya di batasi pada pekerjaan rumah tangga, mengurus rumah, anak dan suami. Sedangkan pern public selalu identik dengan laki-laki, karena laki-laki di anggap bisa melakukan segala hal yang ada di luar. Misal, seorang suami dalam sebuah keluarga menempatkan dirinya sebagai kepala keluarga yang mengurusi urusan di luar, dan membuat keputusan sendiri tanpa ada persetujuan dari istri. Dalam hal ini perempuan menjadi pihak yang termarjinalisasi atau menjadi pihak yang tersingkirkan karena perbedaan jenis kelamin.
Dengan tidak adanya keadilan di antara kaum laki-laki dan perempuan muncullah gerakan feminisme, dimana hak-hak perempuan di perjuangkan. Dalam gerakan feminisme ini menuntut adanya kesamaan hak dan peran antara laki-laki dan perempuan. Dalam sejarahnya gerakan feminisme lahir dari Barat, sekirtar pada abad 18,dimana pada waktu itu kaum perempuan, diperlakukan tidak manusiawi dan menjadi korban inquisisi (penyiksaan atas kesalahan dalam beragama). Bisa di pastikan bahwa gerakan feminisme lahir karena adanya pemberontakan dari kaum perempuan, yang menginginkan kesetaraan hak dan peran.
Dari pemberontakan-pemberontakan tersebut telah muncul bebarapa gerakan feminisme, yaitu :
1. Feminisme liberal ialah terdapat pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Gerakan ini menempatkan kedudukan perempuan setara dengan laki-laki, dan mampu bersaing secara bebas. Tokoh gerakan ini adalah Naomi Wolf. Semenjak adanya gerakan feminisme liberal ini, kini perempuan telah mempunyai kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan, dan perempuan harus tetap menunutut persamaan haknya serta perempuan bebas berkehendak tanpa harus bergantung pada laki-laki.
2. Feminisme radikal gerakan ini muncul pada tahun 1970-an dimana ideology ini menawarkan tentang perjuangan separatisme perempuan. Pada dasarnya gerakan ini terjadi karena adanya penindasan laki-laki terhadap perempuan. Dalam perkembangannya, akivis feminisme radikal mempersoalkan tentang pembagian hak dan dan tanggung jawab seksual serta reproduksi perempuan dan laki-laki tidak adil. Sebab perempuan selalu di posisikan sebagai alat pemuas laki-laki. Dari pemikiran tersebut lahirlah gerakan feminism radikal yang menagkui keabsahan homoseks dan lesbianisme, kemudian tanpa sembunyi-sembunyi lagi para penyokong feminism radikal mendeklarasikan bahwa perempuan bisa hidup dan memenuhi kebutuhan seksnya tanpa laki-laki.
3. Feminisme anarkis ialah gerakan yang menanggap bahwa system patriarki yang didominasi laki-laki harus segera di hancurkan, karena dalam gerakan ini perempuan beranggapan bahwa mereka bisa hidup sendiri tanpa bntuan laki-laki.
4. Feminisme post modern menurut anggapan mereka - ialah ide yang anti absolut dan anti otoritas, gagalnya modernitas dan pemilahan secara berbeda-beda tiap fenomena sosial karena penentangannya pada penguniversalan pengetahuan ilmiah dan sejarah. Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial.
5. Feminisme marxis ialah gerakan yang beranggapan bahwa Negara memiliki kemampuan untuk memelihara kesejahteraan, namun disisi lain, Negara bersifat kapitalisme yang menjadikan perempuan sebagai pekerja. Dalam gerakan ini menginginkan penindasan atau perbudakan yang ditujukan pada kaum perempuan di hentikan. Gerakan ini ingin menghapus perbudakan pada perempuan dengan menumbangkan kapitalisme yang terjadi di dalam masyarakat.
6. Feminisme sosialis ialah sebuah faham yang berpendapat "Tak Ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan. Tak Ada Pembebasan Perempuan tanpa Sosialisme". Gerakan feminisme social ini muncul sebagai kritik atas gerakan feminisme marxis. Aliran ini mengkampanyekan tentang patriarki sudah muncul sebelum kapitalisme dan tidak akan berubah jika kapitalisme runtuh. Sedangkan feminisme social menggunakan analisis kelas dan gender untuk memahami penindasan perempuan. Feminisme social sependapat dengan gerakan marxis bahwa kapitalis adalah sumber penindasan perempuan, akan tetapi gerakan feminisme social ini juga sependapat dengan gerakan feminisme radikal bahwa patriarkilah sumber penindasan itu. Jadi dalam gerakan feminisme social ini bertujuan untuk mengahpuskan kapitalis dan patriarki.
7. Feminisme postkolonial ialah gerakan feminisme yang memusatkan persoalan pada permasalahan-permasalahan lokal yang terjadi dalam masyarakat. Dasar pandangan ini berakar pada penolakan universalitas pengalaman perempuan. Dimensi kolonialisme menjadi focus utama gerakan feminisme postcolonial yang pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang, maupun mentalitas masyarakat.
8. Feminisme ekofeminisme ialah gerakan yang membebaskan perempuan untuk melakukan hak-hak dan peran social yang setara dengan laki-laki, akan tetapi tetap tetap tidak meninggalkan peran reproduksinya. Gerakan feminisme ini lebih menyikapi secara rasional perbedaan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Dalam gerakan ini, perempuan di bebaskan untuk melakukan apa saja, tetapi dengan tidak meninggalkan hak, kewajiban dan qodratnya sebagai seorang perempuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar